Friday, February 23, 2007

Membentuk perusahaan Anda sendiri

Membentuk perusahaan Anda sendiri tidaklah mudah dan menuntut komitmen dan
ketahanan yang luar biasa. Jika Anda dapat membantu mayoritas pertanyaan
di bawah ini dengan 'ya' yang pasti, maka layaklah mempertimbangkan detail
ide membentuk perusahaan sendiri.

I. Apakah saya seorang pemimpin?
2. Apakah saya seorang ambisius?
3. Apakah saya senang belajar?
4. Dapatkah saya mengevaluasi pengalaman?
5. Dapatkah saya bekerja atas inisiatif sendiri?
6. Apakah saya berani mengambil risiko?
7. Apakah saya bertahan atas kekalahan dan kemunduran?
8. Apakah saya memiliki ide sendiri?
9. Dapatkah saya buat ide-ide tersebut dipahami orang lain?
10. Dapatkah saya bekerja keras untuk mencapai tujuan?
11. Dapatkah saya bernegosiasi secara terampil?
12. Apakah saya berhasil membuat kontak kilat?
13. Apakah saya senang meraih lebih dari yang lain?
14. Dapatkah saya mengatur orang dengan baik?
15. Apakah saya percaya pada orang lain?
16. Apakah saya mengerti dan bersimpati pada kesalahan orang lain?
17. Dapatkah saya memuji atau bahkan, mendekati seseorang tanpa menyerang
mereka?
18. Apakah saya memiki ingatan yang baik?
19. Apakah saya memiliki pendidikan yang memadai?
20. Dapatkah saya menyusun rencana jangka panjang?
21. Apakah saya aktif secara intelektual?
22. Apakah saya kritis terhadap diri sendiri?
23. Apakah kondisi fisik saya cukup bagus untuk menanggung beban tambahan?
24. Apakat keuangan saya terkontrol?
25. Apakah basis finansial saya sehat pada pembagian saya?
26. Apakah keluarga dan teman-temarn saya percaya apa yang saya sedang
lakukan?
2Z Apakah saya siap mengorbankan waktu hura-hura, hobby dan liburan?
28. Apakah keinginan saya sendiri untuk bekerja pada diri sendiri?
29. Apakah saya mampu menjadi antusias?
30. Apakah saya menjaga perspektif dalam situasi stres?

Perencanaan dan Strategi

Apa yang diinginkan konsumen?
- Konsume n menginginkan nilai dan kenyaman.
- McDonald, mengklaim bahwa sebagian sukses mereka adalah dari menjadi
lebih dari sekadar fast food-itu adalah pengalaman dan perasaan yang Anda
dapat saat mengunjungi toko mereka.
- Banyak nama merek produsen pakaian mengklaim bahwa produk mereka
hanyalah kedua yang terpenting setelah'citra' yang sebenarnya ingin dibeli
oleh pembeli dan lebih penting lagi untuk dikenakan dan tampil.
- Menangkap pangsa pasar adalah mengenai memenangkan bagian dari pikiran
konsumen

Saat menyusun strategi, ingatlah bahwa strategi yang bergantung pada harga
untuk memenangkan bisnis, tidak akan menjadi strategi yang unik. Tak ada
hal yang unik mengenai harga

Merencanakan bisnis Anda
1. Pertimbangkan memulai sebagai penyalur tunggal atau partnership sederhana.
2. Evaluasi berbagai kesempatan dan ide Anda.
3. Tentukan apakah bisnis Anda akan merupakan kegiatan konsultasi, menjual
eceran, menjual produk, kombinasi beberapa hal yang disebutkan sebelumnya,
atau suatu jenis bisnis yang tidak tradisional.
4. Tentukan apakah Anda akan mengembangkan sendiri bisnis Anda, membeli
bisnis yang sudah ada atau membeli franchise.
5. Tuluslah garis besar konsep bisnis Anda.
6. Jika Anda perlu melindungi ide produk atau jasa Anda, tulislah outline
Anda dalam surat tertutup, cantumkan rincian kerja, dan penelitian, beri
tanggal, daftarkan pada notaris.
7. Selanjutnya simpan jurnal aktivitas awal dalam pengembangan ide Anda
menjadi produk atau jasa yang aktif untuk bisnis Anda.
8. Pilih dan tentukan visi dan tujuan bisnis Anda. ( paling banyak 25 kata )
9. Tentukan pasar umum yang akan diraih.
10. Tentukan produk atau jasa awal yang akan ditawarkan.
11. Perkirakan biaya pembukaan bisnis.
12. Kenali sumber daya yang Anda miliki dan sumber pendanaan yang tersedia.
13. Miliki ide berapa banyak kredit yang dapat Anda peroleh dari supplier
potensial Anda.
14. Tentukan sumber dan/atau keahlian apa yang tidak Anda miliki. Lalu
susun outline mengenai kemungkinan mengisi gap ini.
15. Putuskan apa yang Anda inginkan dari bisnis ini, sekarang dan di masa
mendatang.

Setelah Anda melewati daftar periksa awal ini, jika Anda merasa tetap
termotivasi untuk menciptakan bisnis Anda sendiri, mulailah dengan detail
proses pembangunan bisnisnya.

COBAAN SEBUAH CANGKIR

Dulu aku bukan cangkir. Dulu aku adalah segumpal tanah liat.
Kemudian tuanku mengambilku dan mulai meremas-remas serta membentuk
aku. Rasanya sakit sekali. Aku memohon agar dia menghentikannya,
tetapi dia hanya tersenyum sambil berkata, "Belum selesai !"

Kemudian aku ditempatkan pada semacam alat yg berbentuk putaran
dan tuanku memutar-mutar diriku. Aku mulai merasa mual dan tidak
tahan lagi, tetapi akhirnya putaran itu berhenti. Baru saja aku
menarik nafas lega karena mengira segala sesuatunya sudah berakhir,
tuanku menempatkan aku di atas panggangan. Aku tidak mengerti mengapa
dia mau memanggang aku; aku berteriak-teriak memohon agar dia
menghentikannya. Melalui kaca panggangan itu, samar-samar aku bisa
melihat, tetapi dia hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengka n
kepalanya dan berkata, "Belum selesai !"

Akhirnya selang beberapa saat tuan itu datang dan mengeluarkan
aku. "Aduh enaknya," aku menarik nafas lega. Tiba-tiba saja, tuan
mengangkatku lagi dan mulai menggosok-gosok tubuhku dengan amplas dan
sikat. Lalu dia mengambil kuas dan debunya begitu tebal sehingga
rasanya aku hampir pingsan. Kemudian dia mulai memberi corak dan
warna pada sekujur tubuhku. Aku memohon agar dia berhenti, tetapi dia
melanjutkannya sambil berkata, "Belum selesai !"

Sekali lagi aku ditempatkan di panggangan. Yang ini panasnya dua
kali labih panas daripada yg pertama. Aku tahu aku akan tersedak. Aku
memohon dan memohon, aku menangis dan menangis; tetapi tetap saja dia
tersenyum dan berkata, "Belum selesai !"

Aku mulai merasa putus harapan. Aku tak sanggup lagi. Aku tak
tahan lagi. Bagiku segala-galanya sudah berakhir. Aku memutuskan utk
menyerah. Kemudian pintu terbuka dan tuanku berkata, "Sekarang sudah
selesai!"

Tubuhku diangkat dan diletakkan diatas rak utk beristirahat.
Setelah itu tuanku menghampiri aku dengan membawakan cermin dan
menyuruhku melihat ke cermin. Aku hampir tidak bisa mempercayai
penglihatanku sendiri. Kataku, "Wah, bagus betul cangkir itu."

Kemudian tuanku menjelaskan : "Aku ingin engkau mengerti bahwa
aku tahu ketika aku meremas dan membentukmu, engkau merasa sakit. Aku
tahu bahwa alat pemutar itu membuatmua merasa mual. Tetapi jika kau
tidak kusentuh, engkau akan mengering dan tetap saja berupa seonggok
tanah liat. Tanpa kepribadian. Aku tahu bahwa berada di dalam
panggangan itu rasanya panas sekali, tetapi jika itu tidak kulakukan,
kau akan hancur berantakan.

Aku tahu kau tidak suka disikat dan dilukis, tetapi jika itu
tidak kulakukan maka kau tidak memiliki warna. Ah, aku tahu
panggangan yg kedua itu lebih panas! Tetapi jika kau tidak kumasukkan
ke situ, maka kau tak akan bisa menentang tekanan hidup. Engkau tidak
bisa bertahan lama.

Jadi, ketika kau mengira segalanya begitu sulit, aku masih
memelihara engkau. Sejak semula aku sudah tahu kau akan menjadi
seperti apa. Di benakku aku tahu seperti apa hasil yang akan
kuperoleh sejak pertama kali aku menyentuhmu! "

-Pengarang tak dikenal

Sunday, February 18, 2007

Setetes Embun

Kenapa aku diuji ?????


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta
QS:Al-Ankabut 2-3

Kenapa ujian yang menerpaku seberat ini ???


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
QS:Al-Baqarah 286

Mengapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku idam-idamkan ??
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui
QS:Al- Baqarah 216


Haruskah aku frustasi ???

Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman
QS:Ali Imran 139


Dapatkah aku bertahan ???

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir
QS:Yusuf 87

Bagaimana aku harus menghadapinya ???

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung
QS:Ali Imran 200

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.

QS:Al-Baqarah 45


Apa yang aku dapat dari semua ini ???

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka
QS:Al-Taubah 111

Kepada siapa aku berharap???

Maka katakanlah: "cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadanya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'arasy yang agung".

QS:Al-Taubah 129

Wednesday, February 14, 2007

Ketika....

1. KETIKA AKAN MENIKAH

Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu untuk anak-anak kita.

Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah untuk anak-anak kita.


2. KETIKA MELAMAR

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.


3. KETIKA AKAD NIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.


4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo'akan Anda, karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do'a mereka.


5. SEJAK MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.


6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.


7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG

Jangan saling berlepas tangan, tetapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.


8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.

Cintailah isteri atau suami Anda 100%


9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.

Jangan bagi cinta Anda kepada [suami] isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.


10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.

Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.


11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.


12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI

Boleh bermanja-manja kepada isteri, tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.


13. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.


14. KETIKA MENDIDIK ANAK

Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.


15. KETIKA ANAK BERMASALAH

Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.


16. KETIKA ADA PIL

Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.


17. KETIKA ADA WIL

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.


18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA

Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.


19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K

1. Ketaqwaan

2. Kasih sayang

3. Kesetiaan

4. Komunikasi dialogis

5. Keterbukaan

6. Kejujuran

7. Kesabaran


*Dapat satu forwardan email dari milis BSMI JakPus, tapi authornya unknown. Semoga bisa menjadi bahan renungan bersama untuk yang akan dan sudah menikah =)*

.:: Doa untuk kedua orang tua kita ::.

“Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka
dan
Lembutkan hatiku untuk mereka………

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku,
dan Pahala yang besar bagi mereka,
atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka telah memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau
kesusahan yang mereka deritakan karena aku,
atau
hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua penyebab susutnya dosa-dosa mereka
dan
bertambahnya pahala kebaikan mereka,
dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya
Engkaulah yang berhak membalas kejahatan
dengan
kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika sebaliknya……
maka izinkanlah aku memberi
syafa’at untuk mereka,
sehingga kami semua
berkumpul bersama dengan
santunan-Mu di tempat
kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu……….

Sesungguhnya
Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan
Engkaulah yang Maha Pengasih..

Amin Ya
Rabbal Alamin.. “

Tuesday, February 13, 2007

T I G A [ 3 ]

ZIKIR:
1. pengajian yang utama
2. Pengajaran yang sempurna
3. Penenang hati penawar duka; obat stress namanya
4. Pedoman hidup untuk bahagia
5. Penentram jiwa yang gundah gulana
6. Petunjuk hidup di dunia bagi umat manusia
7. Penyelamat rumah tangga sakinah/bahagia

DO?A:
1. Memohon/mengharapkan kepada Allah
2. Menyeru/menyampaikan segala keinginan
3. Meminta-minta kepada Allah
4. Memuja-muji kepada Allah
5. Memanggil-manggil kepada Allah
6. Melaporkan penderitaan kepada Allah
7. Mencita-citakan

KESIBUKAN:
1. Beramal shaleh dengan keimanan
2. Bekerja dengan ketekunan
3. Berbuat baik dengan ilmu pengetahuan
4. Bersedekah dengan keikhlasan
5. Berjalan dengan ada tujuan
6. Berusaha dengan kesabaran
7. Berdagang dengan tanpa kerugian

TIGA UNSUR UTAMA DALAM HIDUP DAN KEHIDUPAN UMAT MANUSIA
1. Zikir
2. Do?a
3. Usaha

1. Rencana
2. Cita-cita
3. Berbuat

1. Proposal
2. Pengharapan
3. Penampilan

1. Ke Tanah Suci
2. Menghadap Yang Maha Suci
3. Mensucikan Diri


1. Apa itu Allah
2. Untuk apa ber-Tuhan kepada Allah
3. Bagaimanan cara mengenal Allah

TIGA PEGANGAN HIDUP DI DUNIA

1. Mengenal Allah SWT
2. Merenggut kekayaan alam
3. Mematuhi peraturan agama

TIGA WARISAN NABI MUHAMMAD

1. Al-Qur?an
2. Al-Hadits
3. Ulama

1. Renungkan ? apa itu
2. Pikirkan ? untuk apa itu
3. Akali ? bagaimana itu

TIGA JARI UNTUK MENULIS

1. Ibu jari
2. Telunjuk
3. Jari tengah

TIGA MASJID

1. Masjidil Haram
2. Masjidil Nabawi
3. Masjidil Aqsha

TIGA PENINGKATAN

1. Peningkatan iman dan taqwa
2. Peningkatan wawasan kebangsaan
3. Peningkatan kesejahteraan

1. Iman ? Cinta kepada Allah
2. Ilmu ? Membaca alam
3. Ihsan ? Berbuat amal

TIGA NIKMAT

1. Nikmat Fitriyah ? Manusia
2. Nikmat Alamiyah ? Bumi
3. Nikmat Diniyah ? Peraturan

TIGA TYPE MANUSIA

1. Manusia bodoh
2. Manusia lalai
3. Manusia cerdik

TIGA YANG HARUS DICAPAI

1. Aqidah yang kuat
2. Murah Allah yang berlimpah ruah
3. Sayang Allah yang tiada tara

TIGA ALAM

1. Alam roh
2. Alam dunia
3. alam abadi/akhirat

TIGA YANG HARUS DILAKUKAN
1. Zikir = ikrar = pengakuan
2. Do?a = permohonan = cita-cita
3. Gerakan = amal = usaha

TIGA KESUCIAN

1. Sucikan aqidah dengan syahadatain
2. Sucikan harta dengan Z.I.S
3. Sucikan pergaulan dengan minta maaf dan memberi maaf. Nikah secara Islam

TIGA YANG TERPENTING DALAM HIDUP
1. Bersih
2. Indah
3. Aman

TIGA MACAM MANUSIA

1. Mukmin
2. Kafir
3. Munafik

TIGA POKOK UTAMA

1. Sehat
2. Sungguh-sungguh
3. Selamat

TIGA PILIHAN

1. Agama/pendidikan
2. Kerja/ Profesi
3. Jodoh/pasangan

TIGA TUJUAN HIDUP

1. Hidup yang indah di dunia
2. Hidup yang indah di akhirat
3. Terjauh dari azab neraka

1. Selalu ingat kepada Allah
2. Pandai mensyukuri nikmat Allah
3. Bagus ibadah kepada Allah

TIGA BAHAYA

1. Kafir setelah beriman
2. Tergelincir setelah dapat petunjuk
3. Jahat setelah baik

TIGA PEGANGAN

1. Berilmu dan beriman
2. Pintar dan cerdik
3. Sukses dan selamat

1. Berbudi luhur ? berakhlak mulia
2. Berpangkat ? rendah hati
3. Kaya ? pemurah

Tiga tugas kita
1. membangu
2. Memakai
3. Merawat

Ya Ghoffar...

La ilaha ilallaah... 2x
La ilaha ilallaah yuhyi-lqolba dzikrullah

Ya Allah ya robby sholli
afdholis shalawat 'alan-Nabi mahbubana

Thoha Rosul Muhammadun wa aalihi

Shollu 'alaihi wasalimu
shollallaahu 'ala Muhammad
Wa ala alihi wasallam... 2x

Allah... Allah
'alaikum bisyukrillahi
ya Khoiro ummatin,

Allah... Allah
bijahin nabi-lmukhtari
zainal anbiya-I,

Allah... Allah
sholatun wataslimun
wa azka tahiyyatin,

Allah... Allah
'alal Mushtofa-lmukhtari
khoiril baryyati,
Allah... Allah

Ya arhamar-rahomin
irhamna wa-'afina wa'fu 'anna

Wa 'ala tho'atika wasyukrika a'inna

Astaghfirullah... Astaghfirullah
Allahu Akbar... Allahu Akbar

i'tirof...

Ilaahi lastu lilfirdausi ahlan
walaa aqwaa 'alannaaril jahimi
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
fa innaka ghoofiruddzambil 'adziimi

Dzunuubi mitslu a'daadir rimaali
fahablii taubatan yaa dzaljalaali
wa'umrii naaqishun fiikulliyaumi
wa dzambii zaa-idum kaifahtimali

Ilaahi 'abdukal 'aashi ataaka
muqirron biddzunuubi waqod da'aaka
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
wa in tadrud faman narjuu siwaaka

Sunday, February 11, 2007

Hikmah 5 Jari

Berbagai hikmah dan tafsiran yang boleh diandaikan di balik jari anda yang lima. Coba perhatikan perlahan-lahan jari anda. Luruskan ia kedepan dalam keadaan terbuka. Renungkan dalam-dalam. Kewajipan solat lima waktu jangan diabaikan.

Kemudian letakkan jari itu di atas meja, perhatikan. Mulai dari jari kelingking yang kecil dan kerdil, seperti manusia dan apa saja akan bermula dari kecil kemudian besar dan terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam seluruhnya. Apa saja yang dilakukan mesti dimulai dari kecil. Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang besar pada masa depan.

Naikkan ke-jari kedua, jari manis namanya. Begitu juga dengan usia remaja. Manisnya seperti jari yang comel mulus ini. Apalagi kiranya disarungkan dengan sebuah cincin bertatahkan berlian, bangga tak terkira.. Awas!! Di usia ini sentiasa dibelenggu dengan pelbagai cobaan dan rintangan. Hanya iman dan taqwa menunjukkan jalan kebenaran. Pada usia ini, anda sudah baligh dan mukalaf. Pastinya sudah dipertanggungjawabkan segala amalan di hadapan Rabbul Jalil. Bersediakah anda??

Nah... naik ke-jari ketiga. Jari yang paling tinggi, jari hantu namanya. Zaman remaja ditinggalkan. Di peringkat umur 30-an ini seorang itu telah mempunyai status dan identiti dengan ekonomi yang kukuh serta kerja yang teguh. Namun, anda mesti berhati-hati karena di kala ini banyak "hantu-hantu pengacau" yang datang menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati dan seribu macam hantu lagi. Kalau gagal menjaga emosi lantas terus masuk ke perangkap nafsu dan syaitan. Justeru itu, amal ibadat mesti dilipatgandakan.

Kita beralih pada jari telunjuk. Jari inilah yang mengungkap satu dan esanya Allah SWT ketika solat. Genggamkan kesemua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan tauladan. Manusia yang berada di tahap usia ini, hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru dan pembimbing yang kaya dengan ide berlian dan fikiran yang hebat.

Terakhir, ibu jari. Besar dan pendek tetapi menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Tugasnya membenarkan sesuatu dan mentafsirkan pelbagai perkara. seperti kata orang Jawa "cap jempol" atau cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan lancar. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman. Sekiranya petunjuk mereka anda patuhi, niscaya anda boleh berkata "good" atau "yes" sambil menggengam semua jari dan angkat ibu jari ke atas itulah rahasia kejayaan anda.

Akhirul kalam, coba lihat sekali lagi jari anda yang kelima-limanya itu. Renungkan dan fikirkan dalam-dalam. Dimanakah anda sekarang???

Air mata Mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.”Anakku,”kata ibu sambil bercucuran air mata ,”Tuhan tidak memberikan pada kita,bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bias menolongmu”.”Si ibu terdiam,sejenak” Aku tahu bahwa itu sakit anakku,Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.Kuatkan hatimu.Jangan terlalau lincah lagi.Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit.Balutlah pasir itu dengan getah perutmu.Hanya itu yang bias kau perbuat,kata ibunya denan sendu da lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya.Ada hasilnya,tetepi rasa sakit terkadang masih terasa.Kadang di tengah kesakitanya,ia meragukan nasihat ibunya.Dengan air amta ia bertahan,bertahun tahun lamanya. Tetapi tanpa disadariny sebutir mutiara mulai terbentk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.Rasa sakit pun makin berkurang,Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun,sebutir mutiara besar,utuh mengkilap,dan berharga mahal pun terbentuk denan sempurna.Penderitaanya berubah menjadi mutiara;air matanya berubah menjadi sangat berharaga.Dirinya kini,sebagai hasil derita bertahun-tahun,lebih berharga dari pada sejuta kerang lain yang hanya disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transcendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”.

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa ” menjadi “Orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transcendental tersebut,karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.Ada dua pilihan sebenarnya yang bias mereka masuki: menjadi ‘kerang biasa’ yang disantap orang atau menjadi”kerang yang menghasilkan mutiara”.Sayang lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama,sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang “sukes” lebih sedikit dari orang yang "biasa biasa saja”.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan,kekecewaan,patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakana di dalam hatimu…….”Airmataku diperhitungkan Tuhan dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara”.Semoga…….Amiii………………………nn!!!!

Slank: Dari Mabuk ke Dakwah



Rambut gondrong awut-awutan. Badan kerempeng dibungkus pakaian ketat. Anting-anting sengaja di kenakan ditelinga sehingga kelihatan mencolok. Mata senantiasa kelihatan merah bak habis tidur. Gaya bicara sekenanya, melengkapi cap sebagai kelompok pemuda pemabuk.

Itulah gambaran kelompok band Slank, 18 tahun yang lalu. Beranggotakan anak-anak muda yang mengaku mendambakan kebebasan mereka sepakat membentuk kelompok musik pada tanggal 26 Desember 1983. Markasnya yang terletak di jalan Potlot III nomor 14, Pancoran, Jakarta mereka namakan sebagai Pulau Biru.
Mereka mempercayai jenis musik rock sebagai musik yang jujur. Itu sebabnya Slank sering memainkannya saat pentas di atas panggung. Namun, setelah tujuh tahun malang melintang dengan musik rock, tahn 1990 Slank merilis album bertajuk 'Suit Suit He He (Gadis Sexy)'.

Lagu yang liriknya tampak sekenanya ini ternyata mampu menyedot perhatian publik, terutama anak-anak muda. Tak hanya lirik, cara kelompok ini membawakan lagu juga tampak seenaknya saja. Namun, justru album ini yang mampu memberi warna Slank. Kelompok ini menyajikan warna musik yang banyak disebut sebagai musik slengekan.

Warna musik slengekan yang lekat dengan mabuk-mabukan sempat menjadi cap Slank. Meski demikian, Slank justru memiliki penggemar yang cukup banyak. Penggemar inilah yang kini dikenal sebagai Slankers. Umumnya anak-anak muda yang menamakan diri Slankers ini begitu membanggakan Slank.

''Pernah saat pentas penonton kelihatan akan ribut. Begitu kita ajak mengucapkan Pisss, mereka langsung mengikuti dan tak jadi ribut,'' ujar Bimbim. Ada pula cerita tentang angkot yang selamat tak dirusak oleh anak sekolah yang sedang berantem gara-gara di kaca depan angkot itu terpampang logo Slank.

Mabuk-mabukan tak hanya pernah menjadi cap Slank. Bahkan pernah nyaris menenggelamkan kelompok ini. Sejumlah personilnya terjerat narkoba. Untung ada Bunda Ifet. Ibu kandung Bimbim inilah yang turun tangan membibing, menyadarkan sekaligus mendorong anak-anak Slank menghindari narkoba dan melanjutkan bermusik.

Jeratan narkoba berhasil ditinggalkan. Slank bisa diselamatkan, bahkan tetap terus berkarya. Ada kesalahan yang tak ingin ulangi. Mereka lebih menjadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran. Mabuk-mabukan dan narkoba yang dulu pernah menjadi kebanggaan, kini dinilai sebagai hal yang kampungan.

Slank memang berubah. Perubahan bisa ditelusuri pada album-albumnya. Seperti 'Kampungan' (1991), 'Piss' (1993), 'Generasi Biru' (1994), 'Minoritas' (1995), 'Lagi Sedih' (1996), 'Tujuh' (1997), 'Mata Hati Reformasi' (1998), '999+09' (1999), dan 'Virus' (2001). Tak hanya dalam album di pentas pun mereka juga ingin melakukan perubahan. ''Kami ingin setiap pentas didahului dengan dakwah,'' ujar Kaka.

Formasi Slank saat ini terdiri Akhadi Wira Satriadji (Kaka)-vokalis, Bimo Setiawan (Bimbim)-drum, Ivanka (Ivan)-bass, Abdee Negara (Abdee)-Gitar dan Ridho Hafiedz (Ridho)-gitar. Formasi ini adalah yang ke-14 setelah beberapa kali mengalami pergantian. Kepada wartawan Republika Bowo Leksono mereka bertutur tentang liku-liku tentang Slank. Berikut petikannya:

Anda tampak semakin alim, seperti tampil di Masjid Istiqlal dengan AA Gym?
Bimbim:
Sebenarnya kami datang ke Istiqlal janjian wawancara dengan Aa Gym untuk mengisi 'koran-koranan' Slank. Kami pikir habis acara mau ngobrol di belakang mimbar. Ketika acara belum selesai, kami malah diajak ke atas mimbar.

Menurutku, mimbar itu ya sakral dan jarang sekali kiai yang mengajak ke atas mimbar. Aa Gym sudah menghapus semua image kiai. Kalau selama ini kiai dianggap orang seperti raja. Tapi sebenarnya ya sama-sama manusia.

Slank menjadi santri Aa Gym?
Kaka:
Selain wawancara ekslusif dengan AA Gym, kami juga banyak belajar dengan dia. Ada masukan baru bagi kami. Ini yang kita tunggu-tunggu, Islam dengan segala ragam kegiatan. Dengan Islam, Aa Gym bisa bisnis, berkesenian, membuka lebar pikiran orang dan macam-macam kegiatan yang bermanfaat.
Bimbim:
Dari obrolan dengan Aa Gym, kami menganggap bahwa kaum muslim itu tidak semuanya bodoh. Selama ini banyak anggapan dan image yang mengatakan kalau orang muslim itu tradisional dan kampungan, itu yang kadang-kadang kami pikirkan. Tapi saat kami masuk justru muslim modern dan intelektual muslim ada di sana.

Slank membuat koran?
Bimbim:
Koran ini lebih pada koran budaya. Tidak berisi Slank atau musik saja. Pemikiran atau ide yang selama ini tidak bisa tertampung dalam lagu bisa disalurkan lewat koran ini.
Koran ini terbit setiap satu bulan sekali. Sampai sekarang sudah menerbitkan tiga edisi dan akan dibuat edisi keempat. Pada edisi perdana, saat Slank ulang tahun dan dicetak sebanyak 150 ribu eksemplar untuk dibagikan gratis dan bonus kaset Slank.
Edisi kedua dimulai bulan Mei lalu. Setiap edisinya dicetak 17 ribu eksemplar dan dijual seharga Rp 4.900.

Kenapa harus Slank sendiri yang mewawancarai tokoh?
Bimbim:
Memang ada tim yang menangani masalah editor dan lainnya. Tapi untuk wawancara khusus Slank yang mewawancarai. Setiap pekan Slank mendatangi tokoh seperti AA Gym, Cak Nur dan Munir Kontras.
Mereka orang yang sangat asyik dan enak diajak diskusi. Di samping bagi kami sendiri untuk membuka wawasan. Bahkan ada beberapa tokoh yang meminta diwawancarai.

Bagaimana dengan latar belakang pendidikan personil Slank?
Bimbim:
Kami memang bukan anak-anak berpendidikan dalam arti tidak mengenyam sekolah yang tinggi. Tapi kami selalu belajar dari pengalaman. Dari situ, banyak lagu Slank yang penuh pesan tapi bukan menggurui. Pesan moral yang disampaikan dalam bahasa sederhana dan bahasa anak muda itulah kekuatan Slank.

Saat awal bermain musik, personil Slank sempat tak disetujui orang tua?
Bimbim:
Memang saat awal berkarier musik, kami masih belum diakui. Dulu gue sendiri saat masih SMP sering kabur untuk manggung dan main musik. Orang tua sama sekali tidak membolehkan sekolah anaknya berantakan. Tapi kita memberi pengertian kepada orang tua sehingga mereka percaya. Akhirnya orang tua memberi restu. Kalau tidak, kami tidak akan sukses.

Apa filosofi logo Slank yang membentuk gambar kupu-kupu?
Kaka:
Kupu-kupu itu selalu hinggap di tempat yang indah dan wangi. Kita tidak pernah lihat kupu-kupu hinggap di WC, tapi di tempat yang indah seperti bunga.
Bimbim:
Kupu-kupu itu kan berasal dari kepompong, berubah jadi ulat dan kemudian menjadi kupu-kupu. Ia akan terbang bebas. Walaupun terbang tinggi, hinggapnya tetap di tempat yang indah. Berbeda dengan lalat yang selalu mencari tempat jorok.

Sejak kapan Slank memakai filosofi kupu-kupu?
Bimbim:
Sudah sejak pertama, yaitu tahun 1989.

Apa arti 'Generasi Biru' yang di teriakkan Slank?
Bimbim:
Artinya ya, generasi yang baru. Kami dulu ngomong di tahun 1991, kalau generasi kita nanti, sepuluh tahun mendatang, akan berpikiran luas seluas laut dan langit yang biru. Bebas dan tidak direkayasa.

Lalu apa pula sebenarnya arti kata PISS?
Kaka:
Awalnya tahun 1993. Kami sudah merasakan perdamaian kok semakin dilecehkan. Hak asasi manusia sudah diinjak-injak.
Bimbim:
PISS itu kan sebenarnya artinya kencing. Kalau perdamaian itu peace, biar mudah kita plesetin aja. Tapi filosofinya ya perdamaian itu hanya dikencingin, hanya sebagai simbol.

Siapa saja yang berperan dalam kesuksesan Slank?
Bimbim:
Banyak. Fans, lingkungan dan terutama Bunda (Bunda Iffet) yang selama ini membimbing kita dan memberi semangat untuk terus berkarya.
Sebetulnya Slank itu simbol perlawanan terhadap feodalisme dan orang tua yang masih mengatur anak terlalu berlebihan. Anak yang keinginannya musik, tapi dipaksa orang tua menjadi dokter dan sebagainya. Kondisi seperti ini juga mempengaruhi lirik lagu-lagu Slank. Orang-orang yang terpinggirkan di lingkungannya, karena kami juga orang yang terpinggirkan.

Lirik lagu Slank mulai berubah ya?
Bimbim:
Itu karena umur saja. Kita mungkin sudah lebih dewasa. Tapi emosi dan tema pemberontakan masih tetap ada.
Abdee:
Pengaruh perubahan lirik yang paling terasa karena adanya perubahan di masyarakat. Dulu kita masih mengalami kebebasan anak yang banyak di kekang orang tua. Kalau sekarang Slank teriak tentang kondisi sosial seperti korban banjir atau tragedi di Ambon karena keadaan sekarang memang seperti itu.
Kaka:
Bedanya juga saat kita masih ngedrugs dengan sekarang. Lagu-lagu Slank di awal lebih back to basic dan digarap secara normal saja. Kalau sekarang lebih bertanggung jawab. Dulu karena kita dikekang akhirnya berbicara tentang pemberontakan dan kebebasan tanpa berpikir apa-apa. Karena sekarang jaman sudah bebas kita akhirnya berfikir untuk mempertanggungjawabkan lagu-lagu kita.

Benar Slank menginginkan ada dakwah di awal pertunjukkan?
Kaka:
Memang, kami kepengin saat pentas ada ceramah agama. Selama ini yang menjadi pembuka pentas Slank selalu band, kalau tidak ya dance atau sulap. Kami ingin ada yang lain dalam pentas Slank, ya dakwah itu.

*****

Mungkin karena setiap konser Slank selalu terjadi keributan, sehingga sempat dilarang pentas di Jakarta?
Bimbim:
Kebrutalan itu sebenarnya tergantung di atas panggung. Kalau kita di atas panggung sengaja memprovokasi massa untuk brutal ya mereka akan brutal. Tapi kita kan punya misi perdamaian. Kita selalu menganjurkan agar selalu punya rasa cinta dan kasih sayang di antara manusia.

Tapi Slank kan memiliki fans fanatik?
Kaka:
Kalau yang fanatik menurut gua justru tidak terlalu ambil pusing. Justru karena fanatik, mereka ngerti banget apa yang kita inginkan yaitu perdamaian. Tapi kalau fans yang setengah-setengah dan hanya ikut-ikutan, tidak tahu Slank secara mendalam hanya tahu luarnya saja, itu yang berbahaya. Oknum seperti itu yang membuat bad name Slank.
Ivan:
Kalau yang fanatik bisa sehati dengan kami. Apa yang kami rasakan dan kami inginkan, mereka juga sama, demikian sebaliknya.

Apa yang dilakukan Slank terhadap para Slankers?
Bimbim:
Kami sebenarnya tidak muluk-muluk. Selama ini kami hidup santai dan damai. Kami selalu menanamkan rasa nasionalisme untuk menjadi pegangan bagi mereka. Bukan Slankers kalau tidak punya rasa nasionalisme. Itu sudah pasti.
Ivan:
Rasa kepekaan sosial yang tinggi, itu sudah kami tekankan dari awal. Kemudian open mind atau berani bicara dan membangkitkan kepercayaan.
Kaka:
Kita ini budayanya kan nurut dan selalu meniru. Karena itu sebagai pemuda harus berani melakukan perubahan yang positif.

Apa sih yang dilakukan Slankers ke markas Slank?
Kaka:
Macam-macam, ada yang curhat dan mengekspresikan perasaan. Mereka datang dengan atribut masing-masing, itu satu wujud ekspresi. Itu berarti ketika di rumah mereka kurang bebas berekspresi dan kurang bisa diterima oleh lingkungan keluarga. Sementara di sini, mereka bisa bebas seperti kupu-kupu yang terbang.

Musik rock itu identik dan dekat dengan drugs?
Bimbim:
Sebenarnya musik rock itu kan berasal dari jiwa yang jujur. Sementara drugs itu ada di mana-mana dan dekat dengan siapa saja. Tapi karena mereka tertutup, tidak jujur dan menyembunyikan fakta, jadi ya tidak terlihat. Tapi kalau kita, pengalaman apapun-baik dan buruk- kita ceritakan dan dibikin lagu.

Setelah terbebas dari Narkoba, apa pengaruhnya bagi Slankers?

Bimbim:
Gue rasa bukan hanya bagi Slankers saja tapi polisi dan pemerintah sudah mulai sadar memberantas Narkoba. Jaman dulu mana ada BNN (Badan Narkotika Nasional). Banyak juga artis yang ditangkap karena ini. Slank dan Slankers tentu mendukung apa yang dilakukan aparat.
Banyak orang yang terkena pengaruh drugs kemudian datang kemari. Mereka menanyakan bagaimana caranya untuk berhenti. Kadang juga dibawa langsung oleh orang tuanya. Berasa banget bagi kami.
Dulu orang mabuk pasti merasa bangga. Sekarang kita ubah trend-nya kalau mabuk itu kampungan dan mereka datang ke sini malu kalau masih mabuk.
Kaka:
Dulu kami sering dimusuhi para orang tua, terutama yang mempunyai anak perempuan. Memang di sini dulu sering anak-anak saling tukar cimeng dan mabuk bersama. Tapi sekarang tidak ada. Walaupun ada yang habis mabuk, datang ke sini berusaha untuk disadar-sadarin.

Apa yang Slank paparkan saat berbicara di berbagai forum tentang narkoba?
Kaka:
Intinya berbagi pengalaman. Kita bukan dokter yang mempunyai teori-teori kedokteran. Kita cuma orang biasa yang mau berbagi cerita dan pengalaman.
Bimbim:
Dulu orang tua merasa malu dan menganggap aib mempunyai anak yang terlibat narkoba. Sekarang kita mencoba untuk memberitahu bahwa itu bukan aib tapi accident. Dan mari kita sama-sama memperbaikinya. Akhirnya, kita yang dulu setiap bertemu dengan orang tua selalu berontak, sekarang sama-sama dalam menyelesaikan permasalahan anak. Hidup itu kan intinya mencari damai, kalau punya uang banyak kalau tidak damai buat apa.

Berapa jumlah fans Slank?
Bimbim:
Di atas 10 persen rakyat Indonesia.

Apa dasarnya?
Bimbim:
Dari pergaulan saja. Kemanapun kami berpijak, di antara 10 orang ada satu atau dua yang kenal dan menggemari kami.
Abdee:
Jumlah penduduk Indonesia saja lebih dari 200 juta, itu yang ketahuan. Kasetnya Slank yang laku dipasaran lebih dari satu juta kopi. Itu kaset yang asli. Belum lagi yang dibajak, itu jumlahnya bisa mencapai sepuluh kali lipat. Berarti sekitar 10 juta kopi bajakan kaset Slank.
Ivan:
Sejak krisis ekonomi melanda kita, para penggemar lagu-lagu Slank biasanya membeli satu kaset untuk didengarkan beberapa orang secara bersama-sama.

Slank rela karyanya dibajak?/B>
Bimbim:
Jelas tidak rela. Tindakan pembajakan itu kan mematikan kreatifitas seniman.

Bagaimana Slank mengantisipasi pembajakan?
Kaka:
Sudah dari album keenam, kami selalu memberikan bonus kepada mereka yang membeli kaset Slank. Ini untuk menyiasati agar orang bisa membedakan kaset asli dengan bajakan.
Bimbim:
Dulu, para pembajak berusaha membuat bajakan yang semirip mungkin untuk menipu konsumen. Semenjak kita menyiasati itu, para pembajak tidak bisa lagi menipu konsumen. Tapi akhirnya pembajakan bukan malah hilang tapi teleg-telegan (terang-terangan-red).

Slankers...


Slank menurut saya merupakan salah satu simbol buat kebebasan anak-anak muda.. simbol buat perdamaian generasi muda di Indonesia.. mereka mampu membawa massanya lebih mencintai perdamaian lewan lirik-lirik dari lagu-lagu mereka.. Saya suka sama Slank dari lirik-liriknya yang menggunakan kata-kata sederhana, kata-kata yang biasa kita pake sehari-hari.. ini merupakan kelebihan dari Slank.. dengan liriknya yang seperti itu jadi kita lebih cepat memahami apa yang ingin mereka sampaikan melalui lagunya.. Mengenai kehidupan sehari-harinya.. menurut saya mereka juga lebih baik dari masa yang dulu.. sekarang mereka lebih relijius.. mereka nggak segan-segan mengunjungi tempat yang selama ini mungkin tidak terpikir oleh kita akan mereka kunjungi.. hebat..!! Mereka juga udah mulai meninggalkan kebiasaan buruk mereka mengkonsumsi narkoba.. sekali lagi hebat..!! Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan dapat mempengaruhi massanya, para Slankers, yang sebagian besar merupakan generasi-generasi muda.. Oh iya.. mungkin nggak ya Slank reuni dengan personel-personelnya yang dulu..??? Asyik tuh kalo bisa... pada setuju nggak..??

salam Peace and Love buat para slankers di bumi persada

Mutiara Cinta

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar
dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi,
jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai,
walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan
keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia
lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya.
Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah
sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis,
ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah.
Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu,
hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit,
orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin,
raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

Sebuah Muhasabah Diri

Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas

Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi …
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU

Tuhanku…………..baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini…
Hati yang telah terkotori oleh noda ini…memiliki keninginana setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Tuhan…Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku….
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya

Mungkin tanpa kami sadari , kamu pernah melanggar aturanMU
Melanggar aturtan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami…Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU
Tuhanku….Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau….dalam maksiat kepadaMU “Ya Tuhanku Tutuplah untuk kamu dengan sebaik-baiknya penutupan !!”

Dari saudara untuk saudara “Perbaiki diri Serulah Orang Lain”

Untukmu Ibu...

Duhai Allah...
sungguh aku ingin sekali melihat Ibuku tersenyum dan tertawa bahagia, karena diriku...
sekali saja...

karena...
Saat ia telah mengandungku...ia menangis...
Saat ia kesakitan melahirkanku...ia menangis...
Saat ia lega aku lahir ke dunia...ia menangis...
Saat aku bisa bicara, berjalan, dan mulai nakal...
ia menangis...

Saat ia aku mulai sekolah dan jatuh dari sepeda...
ia menangis...

Saat aku remaja dan mulai membantah perintahnya...
ia menangis...

Saat aku kuliah ke luar kota...ia menangis...
Saat aku nanti diwisuda dan bekerja...ia menangis...
Saat aku nanti menikah dan punya anak...ia menangis...
Jika Allah "menjemputku" terlebih dahulu...
ia menangis...

Saat apa pun dalam kehidupanku...
ibuku selalu menangis...

Duhai ibu...
dengan cara apa aku bisa mendapatkan senyumanmu yang lebih indah dari senyum bidadari surga...?

Saturday, February 10, 2007

Bila Harus Kehilangan

Seringkali sesuatu yang tadinya menjadi milik kita, atau sesuatu yang berada dekat dengan diri kita, menjadi begitu berharga ketika ia telah pergi, meninggalkan diri kita. Entah itu karena dipaksa, terpaksa, atau dengan sukarela. Seringkali, ketika ia masih menjadi bagian dalam hidup kita, ia tak mendapatkan penghargaan selayaknya, atau setidaknya mendapatkan perhatian cukup dari diri kita. Namun, bila ia telah pergi atau hilang, rasanya penyesalan yang terasa tak kan berkesudahan.

Contoh paling sederhana adalah ketika kita jatuh sakit, seringan atau seberat apapun, pastinya kita akan merindukan masa-masa ketika sehat. Betapa menderitanya bila harus menanggung sakit, sedangkan kita menyaksikan orang lain yang sehat dapat beraktivitas dengan optimal tanpa terganggu. Mungkin saja, ketika penyakit itu belum menghampiri, kita sering lupa untuk mensyukuri, betapa nikmat sehat itu mahal harganya.

Saat kedua orangtua masih menunggu kita pulang ke rumah, menjadi tempat berbagi yang setia, yang selalu siap mencurahkan segenap kasih sayang mereka dan memberikan segalanya untuk diri kita, kita tak menyadari bahwa ketika kelak mereka telah tiada, kita baru akan merasakan bahwa keberadaan mereka tak tergantikan.

Memiliki teman sungguh menyenangkan, dan masing-masing dari mereka pastinya meninggalkan bekas tersendiri dalam benak kita. Terhadap seorang teman dekat, kita mungkin berpikir bahwa senang sekali bila kebersamaan dengannya dapat terjaga sampai kapanpun. Namun kehidupan menjalankan skenario yang seringkali tak terduga. Kita tak akan pernah menyangka, kapan kebersamaan itu akan ternoda bahkan rusak oleh sesuatu yang menggangu dari luar, ataupun yang timbul dari dalam diri masing-masing. Atau perpisahan harus terjadi oleh sebab lainnya.

Bergelimang harta kekayaan tak selamanya akan membuat hidup seseorang menjadi tenang. Bahkan berbagai kekhawatiran akan muncul, dan kerap meresahkan. Takut kehilangan, sebab sekian banyak harta yang dimiliki telah dikumpulkan susah payah, dengan cara apapun. Demikian juga dengan keluarga, anak-anak dan istri atau suami. Mereka semua ibaratnya permata yang ingin selalu dijaga. Bayangkan, apabila suatu saat musibah datang, dan kita harus kehilangan salah satu atau bahkan semua.

Seringkali seorang manusia yang tidak bisa menghargai apa yang telah diamanahkan untuk menjadi miliknya, akan menyesal sejadi-jadinya bila kelak ia kehilangan sesuatu tersebut. Penyesalan itu berbuahkan air mata tak habis-habis serta kesal yang berkepanjangan, bahkan tak jarang yang lantas menyalahkan takdir bahkan menuding ketidakadilan Tuhan sebagai penyebab. Padahal Allah memberikan serta mencabut sesuatu dari kehidupan kita pasti disertai maksud dan tujuan di baliknya. Bila kita mau merenungkan segala kejadian yang dialami, lautan hikmah yang akan kita temui. Pasti terdapat hikmah besar di balik setiap peristiwa yang kita alami. Apakah itu akan membuat kita semakin dekat dengan-Nya, ataukah semakin jauh, hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Seseorang yang berusaha demikian keras untuk mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya, baik dengan ‘menguncinya’ rapat-rapat, menyembunyikannya supaya tak hilang, atau menyewa sekian banyak bodyguard demi menyelamatkan harta miliknya itu, tetap saja ia tak bisa berbuat apa-apa bila harus kehilangan. Entah dengan cara apapun kehilangan itu terjadi.

Maka, bila kita harus kehilangan, apapun yang kita cintai, relakanlah ia. Sebab mungkin saja Allah mengambilnya dari kita sebab akan digantikan oleh yang lebih baik lagi. Yang jelas, Sang Khalik pasti memiliki rencana tersendiri bagi setiap hamba-Nya. Apa yang menurut diri kita baik, belum tentu itu yang terbaik di hadapan Allah. Dan sebaliknya, apa yang kita tidak sukai, bisa jadi itu adalah yang terbaik dari Allah dan sesuai dengan yang kita butuhkan.

Sesungguhnya segala sesuatu yang berada dalam ‘genggaman’ kita, bukanlah milik kita sepenuhnya. Mereka hanyalah titipan, yang sewaktu-waktu akan diambil oleh Sang Pemilik, kapanpun bila Ia berkehendak. Bila saat itu tiba, kita tidak akan berdaya untuk menahannya barang sedetikpun.

to dear friends, yang sudah dan akan 'meninggalkanku' dalam 2 bulan ini
salam senyum buat temen2ku CC1(I LOVE U ALL)

ALLAH MAHA TAHU

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari
usaha
yang sepertinya sia-sia......
Allah SWT tahu betapa keras kau berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan
hatimu
masih terasa perih.....
Allah SWT telah menghitung air matamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang
menunggu
sesuatu dan waktu terasa begitu lama......
Allah SWT sedang menunggu bersamamu.
Jika kau merasa sendirian dan teman-temanmu
terlalu sibuk untuk menelpon....
Allah selalu berada disampingmu.
Jika kau pikir bahwa kau sudah mencoba
segalanya
dan tak tahu harus berbuat apa lagi.....
Allah SWT sudah punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tak masuk akal
dan
kau merasa tertekan......
Allah SWT dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak
harapan....
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau
merasa ingin mengucapkan syukur....
Alllah SWT telah memberkati.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau
dipenuhi
ketakjuban.....
Allah SWT telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan
mimpi-mimpi untuk digenapi.....
Allah SWT telah membuka matamu dan
memanggil
dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun
kau
menghadap.....
Allah SWT ........... TAHU.............

Tak bersikap sombong

for everyone


Suatu hari Lukman al-Hakim menasihati anaknya: “Janganlah engkau palingkan wajahmu dari manusia dan jangan menjauhkan diri dari mereka. Janganlah engkau memandang manusia dengan remeh dan hina. Janganlah engkau bergaul dengan orang-orang yang hasad, dengki, dan sombong. Hiduplah engkau bersama manusia dan untuk manusia. Dengarlah dengan teliti jika manusia berbicara dan bergaul denganmu. Tunjukkanlah kepada mereka wajah manis, riang, dan gembira. Senantiasa kamu melemparkan senyum kepada mereka. Jika engkau selalu bersama mereka, mereka akan mencintaimu. Senyum selalu, dan berlemah lembutlah kepada mereka. Jika engkau merendah diri terhadap mereka, mereka akan memuliakan kamu. Ketahuilah wahai anakku, bahwa orang sombong itu tak ubahnya seperti seorang yang berdiri di puncak bukit. Apabila dia melihat ke bawah, semua manusia kelihatan kecil, sedangkan dia sendiri nampak kecil di mata semua manusia lainnya.” [Mutiara Nasihat Lukman al-Hakim, karya Dr. Fathullah al-Hafnawi]

Syarat Memperoleh Ilmu
Hai teman, anda tak akan memperoleh ilmu kecuali enam syarat
Akan kujelaskan rinciannya dengan amat singkat
1. Cerdas,
2. semangat,
3. sabar,
4. cukup dana,
5. Bimbingan guru dan
6. waktu yang cukup

Saya pernah mengadu kepada Waqi’ tentang jeleknya hafapan
Ia sarankan kepadaku agar meninggalkan perilaku maksiat
Ia katakan bahwa ilmu itu cahaya
Cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat
[Syair Imam Syafi’i]

-----
“Aku akan mendefinisikan Islam sebagai yang belum pernah ada orang mendefinisikannya: Islam adalah penyerahan, penyerahan adalah keyakinan, keyakinan adalah pengukuhan, pengukuhan adalah pengakuan, pengakuan adalah pelaksanaan (kewajiban) dan pelaksanaan kewajiban adalah amal”
[Ali bin Abi Thalib r.a]

AGAMA

Agama adalah syahadat (:ikrar) bahwa Laa ilaaha illallaah
Muhammad rasulullaah.
Pelihara ikrar itu dengan melakukan shalat dan tegakkan shalat
dengan membayar zakat dan ber-infaq di jalanNya,
Sucikan diri dengan ber-puasa di bulan ramadan
dan puasa sunnah bila mampu,
Sempurnakan kepasrahan diri dengan melaksanakan Haji
bagi yang mampu.
 
Tegakkan shalat untuk mengingatKu,
dan hanya dengan mengingatKu hatimu menjadi tenang,
dengan hatimu yang tenang engkau bisa berpikir jernih
dan berprestasi maksimal, dengan prestasi maksimal
engkau akan bisa bermanfaat, karena bermanfaat engkau akan
merasakan kemenangan, dengan kemenangan itu engkau akan
merasakan kelegaan (:kebahagiaan).
Allaah ridlo dan engkau ridlo.
 
“Wahai jiwa yang tenang, irji’ii ilaa roodiatam mardiyyah,
fad’hulii fii ‘ibaadi, fad’hulii jannaatii”.
 
Mengingat Allaah (:dzikir) yang paling utama adalah menghayati
“Laa ilaa ha illallaah”. Tidak ada Tuhan selain Allaah,
Tidak takut kecuali hanya kepada Allaah,
patuh dan tunduk total hanya kepada Allaah.
 
Allah menyuruh kita utk selalu menggunakan akal pikir,
Allah menyuruh meneladani rosulullah, kita berusaha keras.
Allah menyuruh berbakti kepada kedua orang tua, 
Allah menyuruh kasih-sayang kpd istri & anak, 
Allah menyuruh berbuat baik kpd tetangga,
Allah menyuruh bekerja keras dgn optimis,
Allah menyuruh kita melakukan semua hal yang baik
untuk kebaikan kita sendiri,
Maka “fabiayyi ‘aalaa’i robbikumaa tukaddibaan?”
 
Allah melarang menyakiti diri sendiri,
Allah melarang menyakiti orang lain,
Allah melarang merusak alam lingkungan kita, . . .
Allah melarang kita melakukan semua hal buruk
yang merugikan diri kita sendiri,
Maka “fabiayyi ‘aalaa’i robbikumaa tukaddibaan?”
 
Lalu, apa yang menghalangi kita untuk hidup Agamis???
Semoga solawat dan salaam selalu terlimpah kepada
manusia termulia yang diutus untuk memperbaiki akhlaq kita.

CERITA DARI BALIK AWAN

Konon, di alam sana, ada seseorang yang selalu menangis;
sampai-sampai airmatanya menggenang bak film animasi Jepang.
Ketika ditanya kenapa? Ternyata dia sangat menyesali,
kenapa sewaktu hidup di dunia dia sangat kurang ibadahnya.
“Ooooh andai aku tahu, akan kupenuhi waktuku dengan beribadah.
Andai aku bisa kembali ke dunia” ratapnya.
Tidak jauh dari situ, seseorang menampari wajahnya sendiri
sampai babak belur.
Ditampar lagi . . ditampar . .
dan ditampar lagi . . wajahnya sendiri.
Menggambarkan penyesalan yang lebih hebat dari orang yang pertama
di atas.
Ketika ditanya kenapa? Ternyata dia sangat menyesali,
kenapa semasa hidupnya di dunia dia suka menolak nasihat orang lain
tentang suatu kebenaran.
“Oooh andai aku suka bersilaturrahim dan saling menasihati
tentang kebenaran, pastilah aku takkan se-menyesal ini” katanya.
 
Di dekatnya orang kedua di atas, ada seseorang yang
menusuki telinganya sendiri dengan buluh bambu kecil
sampai berdarah-darah dan bernanah.
OOOhh . . . ternyata dia semasa hidup di dunia selalu menolak
kebenaran. Hidupnya menjadi sia-sia, hanya menurutkan hawa nafsunya
sendiri.
“Ooohhh . . . andaikan aku dulu tidak menolak kebenaran
dan senang berbuat yang baik menurut tuntunanNya,
sebagaimana teman-temanku yang shalih . . . .” rintihnya.
 
Di dekatnya lagi ada orang keempat yang perutnya dibelit rantai,
lalu kedua ujung rantai ditarik sangat kuat hingga
perut tadi tergencet mengecil sampai hampir putus.
Sedemikian tragis nasibnya seolah tak kan ada akhirnya siksaan itu.
Kenapa demikian? Ternyata orang itu semasa hidup di dunia
hanyalah memikirkan dirinya sendiri, tidak pernah memikirkan
dan tidak mempedulikan orang lain.
 
Di akhir cerita, ada orang kelima yang selalu tersenyum
tak ada habisnya. Kemana pun wajahnya menghadap,
dia selalu tersenyum lebar; menggambarkan kebahagian
dan kelegaan yang luaarr biasa. Sulit digambarkan
dengan kata-kata . . .
Dialah orang yang semasa hidupnya selalu berbuat baik
dan saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran . . .
Dia selalu bersegera menuju ampunan Tuhannya
dengan menahan amarah, mema’afkan orang lain,
dan selalu berbuat kebajikan...
Semoga kita bisa berakhir seperti orang kelima di atas
dengan selalu berusaha berbuat yang mendatangkan manfaat
bagi sebanyak mungkin orang lain dan lingkungan kita,
sesuai dengan keahlian kita masing-masing, aamiin . . .
Bagai sebatang pohon besaar yang berbuah lebat dan manis.
(semoga solawat dan salaam selalu terlimpah kpd pemilik
uswatun hasanah dan khuluqin ‘adhiim)

INDIKATOR KEBENARAN

dear sobats sekalian,
setiap org merasa benar dgn apa yg dilakukannya,
sehingga sering menimbulkan perselisihan
bahkan perkelahian demi membela yg benar.
"maju tak gentar, membela yang benar".
lalu, muncul pertanyaan ttg "indikator kebenaran". 
Seseorang menjelaskan sbb:
Kebenaran itu ada beberapa tingkatan,
dgn indikator seperti berikut ini.
Tingkat 1: aku senang dgn apa yg aku lakukan.
Tingkat 2: tingkat 1 + keluargaku senang. 
Tingkat 3: tingkat 2 + masyarakat senang. 
Tingkat 4: tingkat 3 + negaraku senang. 
Tingkat 5: tingkat 4 + Tuhanku senang.
alangkah senangnya kita semua apabila semua orang berusaha
mencapai tingkat 5. Karena seluruh isi alam akan
merasa senang dgn apa yang kita lakukan.
Kita akan menjadi bermanfaat bagi seluruh alam.
Berarti kita "berhasil" meneladani Orang mulia
yg menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Semoga solawat & salam selalu tercurah kepada Beliau.

KISAH SEBATANG POHON

Dari benih, muncullah batang pohon.
Batang pohon itu wajib memelihara dirinya agar kuat dan sehat.
Bila dia sudah merasa cukup kuat dan sehat, dia menumbuhkan cabang-cabang.
Maka Batang pohon harus memelihara cabang-cabang itu hingga kuat dan sehat.

Setelah itu, batang pohon menumbuhkan ranting-ranting dan daun.
Maka batang pohon itu harus memelihara ranting-2 dan daun sehingga sehat dan kuat.
Setelah batang pohon mampu memelihara dirinya sendiri dan cabang-2 dan ranting-2 serta daun-2,
maka dia siap memunculkan buah-buah nya. Si Batang pohon wajib memelihara buah-buah
itu sampai menjadi masak dan siap dimanfaatkan oleh orang banyak.
 
Manusia lahir ke dunia, pertama-tama dia harus berusaha menyenangkan dirinya sendiri.
Setelah merasa cukup lalu dia ber-istri/suami, maka dia harus berusaha menyenangkan pasangan hidupnya.
Lalu, lahirlah anak-anak, maka dia pun harus berusaha menyenangkan anak-anaknya itu.
Setelah satu keluarga itu merasa cukup senang, maka dia harus berusaha melihat sekitarnya
dan berusaha utk menyenangkan orang-orang di sekitarnya.
Demikian seterusnya sampai radius terjauh yang bisa dia jangkau.
Akhirnya:"Sebaik-baik manusia adalah yang paling besar manfaatnya bagi orang lain"
(semoga solawat dan salam selalu tercurah kepada yang menyampaikan kalimat ini).

Monday, February 5, 2007

Kekuatan yang Mengharukan

ada sebuah cerita, seorang kakek membawa cucunya berwisata, mereka
tersesat di sebuah hutan, kedua kakek dan cucu ini terpaksa makan
buah-buahan hutan saat lapar dan minum air sungai, istirahat dengan
bersandar pada pohon besar saat ngantuk. Setiap di saat seperti ini,
sang kakek pasti akan memberi hormat dengan membungkukkan badan pada
anak sungai dan pohon besar. Dan dengan penuh perasaan menghaturkan
“terimakasih!” . Sang Cucu memperhatikan kakeknya dan dengan perasaan
bingung bertanya : “kenapa sih kakek harus mengucapkan terimakasih
pada mereka?”. Dengan penuh kasih kakek berkata : “nak, mereka layak
kita syukuri, jika tidak ada mereka kita berdua sudah mati kelaparan
sejak dulu, mereka adalah sang Budiman yang menyelamatkan kita dari
petaka, kita bukan saja harus berterimakasih pada sungai dan pohon
besar ini, kita juga harus berterimakasih pada setiap burung yang
berkicau untuk kita, kepada setiap kuncup bunga yang menyemerbakkan
aroma untuk kita, dan kepada setiap berkas sinar mentari yang
menyayangi kita. Mereka semua pada membantu kita, dan kita pasti bisa
keluar dari hutan ini.”

Sebagaimana yang dikatakan kakek ini, akhirnya mereka berhasil
menemukan jalan, dan keluar dari hutan itu. Kedua kakek dan cucu ini
membalikka badan bersama dan dengan tulus mengucapkan “terimakasih”
pada hutan yang telah memberi pengalaman yang sulit dilupakan.

Usai membaca cerita ini tak tahan saya pun merenung, seandainya yang
tersesat itu adalah saya, bagaimana saya akan bersikap? apa saya harus
berkeluh kesah atau kasihan pada diri sendiri seperti dulu, tapi apa
yang telah saya dapatkan dari keluhan dan simpati diri itu? ketika
hasil matematika saya menurun, saya terus menggerutu guru tidak bisa
mengajarnya dengan baik, simpati pada diri sendri tidak sekolah di SMP
yang bonafid, ketika terjadi kesalah-pahaman dengan sahabat karib,
saya selalu mengeluhkan teman saya itu tidak tahu diri, simpati pada
diri sendiri mengapa menjadikan orang ini sebagai sahabat. Namun
akhirnya, hasil matematika saya semakin merosot, dan sahabat karib
meninggalkan saya. Jika dibandingkan, sikap kakek dalam cerita di atas
begitu arif dan bijaksana.

Perasaan syukur terhadap hal ihwal telah mengubahnya menjadi dorongan
untuk maju, setiap saat ia selalu merasa dirinya sangat beruntung,
adalah orang yang di perhatikan. Kekuatan rasa syukur sungguh luar
biasa! dan dalam lubuk hati saya yang paling dalam saya haturkan
sepatah “terimakasih” yang dalam terhadap penulis cerita di atas,
sebab cerita ini telah memberi inspirasi yang dalam bagi saya.

Pembaca yang budiman, marilah kita melangkah dengan penuh rasa syukur!
resapi rasa haru itu dalam-dalam, perasaan ini mungkin dari orang tua
(Ayah-ibu), teman, atau mungkin dari sekitar kita, dari tempat yang
jauh, atau bahkan mungkin dari orang yang tak kita kenal. Perasaan
haru adalah cahaya kehidupan yang hangat, embun manis yang membasahi
sanubari, adalah pelita dalam beranda kehidupan dan seruan kekuatan
yang menyadarkan kita dari tidur panjang, marilah kita hadapi
kegagalan itu dan memenanginya, menghadapi kebahagiaan serta tahu
menghargai.

Berani Bertindak

*"Segala sesuatu lebih berat di kepala daripada di pundak. Belajarlah
memperlebar jarak antara ketakutan dan diri Anda sendiri. Hanya dengan
begitu, Anda bisa menghadapi takut dengan berani. Dan dengan berani, Anda
bisa mengejar cita-cita yang lebih tinggi." *
*Ikhwan Sopa - Trainer*

*Tips #136:
Berani Bertindak*
Berdasarkan materi oleh: Brian Tracy

Fear, alias cemas, gugup, takut, was-was, grogi, nggak PD, sudah terlanjur
menjadi musuh nomor satu, dari yang namanya manusia.

Saat FD Roosevelt mengatakan *"the only thing we have to fear is fear
itself" *, ia sebenarnya sedang berkata tentang "emosi" dari fear dan bukan
"realitas" dari fear itu sendiri. Emosi itulah, yang menyebabkan kecemasan,
stress dan ketidakbahagiaan kita.

Untungnya, kebiasaan untuk berani juga bisa dipelajari, seperti berbagai
success skill lainnya. Untuk itu, Anda perlu bekerja secara sistematis dalam
rangka menggerus fear Anda. Dan pada saat yang sama, membangun keberanian
yang bisa membuat Anda mampu, menghadapi turun dan naiknya kehidupan.

Brian Tracy memberi segepok tips berikut ini untuk Anda.

Sebagai titik awal, apa yang perlu Anda lakukan adalah memahami berbagai
faktor, yang telah menjerumuskan Anda ke dalam ketakutan.

*INI PASTI: KETAKUTAN ANDA BERASAL DARI MASA LALU*

Ketakutan Anda bersumber dari masa kecil Anda. Bisa juga, ketakutan Anda
berasal dari sebuah trauma di masa-masa sesudahnya. Ketakutan yang Anda
rasakan sekarang, sumbernya bukan dari sekarang. Sumbernya adalah masa lalu.
Semua warisan gelap dari masa lalu itu, akan menciptakan dua jenis
ketakutan, yaitu:

1. Takut gagal; dan
2. Takut ditolak.

Ketakutan Anda akan kegagalan, menyisakan satu jenis pemikiran di kepala
Anda, yakni:

*"Aku nggak bisa, aku nggak bisa, aku nggak bisa."*

Ketakutan Anda akan penolakan oleh lingkungan, juga menyisakan satu hal yang
sama, yaitu:

*"Aku harus, aku harus, aku harus." *

Dengan dua "modal dasar" ketakutan itu, berjalanlah hidup Anda dengan segala
carut dan marutnya. Mulailah Anda dihantui oleh berbagai hal ini:

- Takut kehilangan uang;
- Takut kehilangan waktu;
- Takut kehilangan hubungan baik.

Itulah "modal disetor" Anda. Modal yang terus tumbuh dan berkembang, menjadi
berbagai "badwill" sebagai lawannya goodwill serta "disagio" Anda.

Anda akan mulai mengembangkan diri menjadi orang yang hipersensitif. Sensi
kata orang. Anda menjadi terlalu peka pada pendapat orang lain, dan Anda
menjadi terlalu peka pada kritik. Bahkan, Anda bisa berubah menjadi
ekstrimis, dengan tidak mengambil tindakan apapun, hanya karena takut orang
lain akan tidak menyetujuinya.

Ketakutan Anda mulai membuat Anda lumpuh. Kening Anda selalu berpeluh. Dan
apa yang keluar dari mulut Anda hanyalah keluh.

Ya, Anda menjadi lumpuh dan tertahan di sebuah titik, tanpa merasa mampu
melakukan berbagai tindakan konstruktif, untuk mengejar semua impian dan
harapan. Anda ragu, Anda terjebak status quo, Anda menunda dan terus
menunda. Anda terus mencari alasan demi alasan. Dan dijamin, Anda akan
selalu berhasil menemukannya. Anda akan mengalami "hyper-accelerated
amortization" terhadap semangat untuk terus maju.

Itu berbahaya, sebab Anda bisa berakhir dengan rasa frustrasi. Dengan tangan
dan kaki dirantai. Dengan mata buta. Dengan telinga tuli. Dengan pikiran
yang rusak. Dengan hati yang keropos.

Dan, dengan terpenjara oleh sebuah jebakan ganda yang paling mengerikan:

*"Aku harus, tapi aku nggak bisa."*
*"Aku nggak bisa, tapi aku harus."*

Anda sudah tak bernyawa sebelum tertusuk pedang.

*KETAKUTAN ANDA BERASAL DARI SIKAP MENGABAIKAN*

Jika Anda - apalagi sekarang - memiliki informasi yang sangat terbatas, Anda
akan cenderung tegang dan merasa tidak nyaman. Tegang dan tidak nyaman,
tentang apapun proyeksi hasil dari tindakan Anda.

Ingatlah kembali bagaimana diri Anda. Untuk bidang atau lapangan yang Anda
tahu persis seluk-beluknya, parahkan rasa ketakutan Anda? Tidak lah yau...

Era sekarang ini disebut orang dengan era informasi. Sebuah era di mana
segala informasi, dikomunikasikan kepada Anda dengan terus-menerus dan tanpa
henti, seperti air bah atau tsunami. Jika Anda tidak pandai menyikapinya
dengan filtrasi, maka Anda akan terlindas dan tergilas. Tertimbun dan
tersuruk jauh di bawah, diguyur milyaran informasi yang terus menumpuk makin
meninggi.

Ada contoh yang paling nyata untuk Anda, tentang risiko dari minimnya
informasi.

Anda, adalah saksi dari salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah
umat manusia. Ingatkah Anda bahwa korban terbesar di bibir pantai saat
tsunami Aceh 2004, adalah mereka yang kurang informasi?

Saat tembok air yang pertama menerjang, mereka melihat dengan jelas sebuah
pemandangan yang menakutkan. Dengan segala upaya mereka mencoba
menyelamatkan diri. Saat air laut jauh menyurut, mereka mengira bahwa
bencana telah berhenti. Mereka salah. Saat gelombang kedua dari tsunami itu
kembali, mereka menjadi contoh tragis dari situasi yang kurang informasi.

Sikap mengabaikan informasi, akan membangun rasa takut akan perubahan. Semua
yang berubah adalah bukan kawan, semua perubahan harus dilawan. Anda takut
pada apapun yang tidak Anda ketahui. Anda tak mau melakukan apapun yang
kategorinya "baru" dan "berbeda".

Untuk membantu Anda, artikel berikut ini - tentang bagaimana orang menjalani
perubahan, perlu Anda baca:

Resistance to Change<http://www.indodige st.com/indonesia -special- article-54. html>

*KETAKUTAN ANDA BERASAL DARI KONDISI FISIK ANDA*

Anda pasti ingat, betapa tidak nyamannya naik pesawat terbang dalam kondisi
tidak fit. Hidung pilek, kepala pening, plus pendingin kabin yang seperti
freezer di rumah Anda sendiri. Dalam kondisi itu, perasaan Anda akan rusak,
bercampur baur dengan segala macam ketakutan dan kecemasan. Saat roda
pesawat kembali menyentuh landasan, Anda bisa merasakan betapa hangatnya
darah Anda mengalir kembali.

Jika kondisi fisik Anda sedang bagus, penerbangan Anda bisa jadi akan terasa
mulus. Saat kondisi fisik Anda kurang fit, Anda lebih terekspos mendekati
berbagai rasa takut.

Berikutnya, setelah Anda memahami berbagai faktor yang menjadi sebab
ketakutan Anda, silahkan Anda duduk dan mulailah secara obyektif
mengidentifikasi, memberi definisi, dan melakukan analisis tentang semua
itu.

*BERANI BUKAN BERARTI TANPA RASA TAKUT*

Mulailah dengan menjawab ini:

*"Apa yang saya takutkan?"*

Jawablah dengan mengumpulkan segala bentuk "kegagalan" dan "penolakan" yang
telah meracuni Anda.

Setiap orang dengan intelektual yang cukup, pasti punya ketakutan akan
sesuatu. Apapun itu, entah kondisi fisik, kondisi emosional, atau kondisi
finansial, adalah normal adanya. Orang yang berani bukanlah orang yang tanpa
rasa takut.

Persoalannya, bukanlah tentang apakah Anda takut atau Anda tidak takut.
Percayalah, kita semua punya rasa takut. Dan pertanyaan yang benar adalah,
"bagaimanakah Anda berurusan dengan ketakutan itu?"

*BERANI ADALAH TERUS MAJU DI DALAM KETAKUTAN*

Secara sederhana, orang yang berani adalah mereka yang terus maju di tengah
kegalauan berbagai perasaan. Jika Anda menghadapi ketakutan Anda dengan
berani, maka ketakutan Anda akan mengkerut dan lalu surut. Berikutnya, apa
yang akan tumbuh di dalam diri Anda, adalah rasa percaya diri yang lebih
baik.

Jika Anda mencoba melarikan diri dari berbagai ketakutan, ia akan terus
tumbuh, dan menunggu waktu untuk mengambil alih kontrol atas apapun aspek
hidup Anda.

*BERANI ADALAH MENERIMA RASA TAKUT ANDA*

Mungkin, Anda harus mulai mempertimbangkan hal ini; ketakutan Anda telah
menciptakan energi yang sangat besar untuk selalu melakukan pembenaran dan
menutup-nutupi berbagai kesalahan.

Cara terbaik untuk menghindari penolakan, adalah dengan tidak menolak diri
sendiri. Maka, mulailah Anda jujur pada diri sendiri, dan mulailah Anda
menerima diri.

Waspadai diri Anda, jika Anda sudah terbiasa dengan hal-hal berikut ini:

- Berpenampilan jaim;
- Bersikap ABS;
- Bersudut pandang sebagai korban;
- Bergaya obsesif.

Kaitkan berbagai ketakutan Anda, dengan pengaruhnya pada cara berpikir dan
perilaku Anda. Lalu, urutkanlah semuanya berdasarkan tingkat kepentingan
Anda.

Mana sih bentuk ketakutan yang paling mempengaruhi cara berpikir Anda?
Mana ketakutan yang paling membuat Anda tidak mampu bertindak?
Mana yang nomor dua?
Mana yang nomor tiga?

*BERANI ADALAH MENJAWAB RASA TAKUT ANDA*

Jawablah pertanyaan-pertanya an berikut ini:

1. Bagaimanakah ketakutan telah menahan Anda dari mengejar cita-cita?
2. Bagaimanakah ketakutan itu bisa membantu Anda?
3. Bagaimanakah di masa lalu ketakutan itu menyelamatkan Anda?
4. Apa untungnya buat Anda, jika ketakutan itu bisa Anda kuasai?

*BERANI ADALAH MENJAWAB RASA TAKUT DENGAN BENAR*

Ya. Jawaban Anda harus benar. Sebab jika tidak, maka ketakutan itu akan
tetap ada, dan bersembunyi menanti saat yang tepat untuk melakukan kudeta.

Jika jawaban Anda benar, maka ia telah menjadi hewan peliharaan yang manis,
lucu, dan menjadi kesayangan. Ia selalu ada, selalu terlihat, dan hanya
bersembunyi jika ingin bermain-main. Selebihnya, Andalah yang memegang tali
kekangnya.

Jawaban yang salah adalah bencana berikutnya.

Kita ambil contoh tentang uang. Jika Anda begitu takut tentang kehilangan
uang, pastilah itu berasal dari masa lalu Anda. Masa lalu Anda, yang telah
menjadi ketakutan di masa sekarang. Kesalahan dalam memahaminya, hanya akan
membuat Anda tetap takut kehilangan uang; seberapapun besarnya Anda punya
uang.

Jika ketakutan Anda adalah tentang uang, maka Anda selalu khawatir untuk
mengambil risiko dalam hal uang. Anda akan mengkhawatirkan tentang jumlah
tabungan. Anda takut PHK. Anda takut dicuri. Anda takut dirampok. Anda takut
ditipu. Anda takut diporotin.

Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun, ia akan menjadi salah, jika
Anda mulai terlalu memilih rasa aman ketimbang peluang. Dan jika Anda merasa
aman, pertanyaannya adalah, "benarkah Anda merasa aman, dengan cita-cita
yang tidak kesampaian?"

Bagaimanakah "takut kehilangan uang" bisa membantu Anda?

Untuk terhindar dari kemiskinan, Anda cenderung bekerja lebih keras. Begitu
banyak informasi tentang investasi, akan Anda telan. Berbagai teknik dan
cara "bercocok tanam uang" akan Anda pelajari. Ketakutan Anda akan
kehilangan uang, dapat membuat Anda mencapai status kebebasan finansial.

*Waspadai hal ini:*

Kebebasan finansial, bukanlah tujuan akhir Anda. Bill Gates yang paling
banyak uangpun, tidak menginginkannya. Anda boleh percaya ini: Apa yang Anda
inginkan sesungguhnya, adalah bahwa dengan kondisi keuangan tertentu, Anda
ingin bisa mengambil berbagai risiko yang lebih besar. Itu sebabnya, Bill
Gates sekarang malah membagi-bagikan uangnya.

Jika Anda memang benar-benar ingin mutlak mencapai kebebasan finansial,
pastilah Anda berhenti berbelanja.

Apa yang sering Anda sebut dengan "kebebasan finansial", hanya sementara
sifatnya. Sebab, itu bukan sifat Anda sebagai manusia. Apa yang benar,
adalah keseimbangan finansial. Proporsinya, ya terserah Anda.

Dalam hal ini, Anda tidak sepatutnya mencontoh orang yang kurang sehat.
Paris Hilton misalnya.

Dengan "kebebasan finansial" yang sementara itu, Anda akan lebih agresif
mengejar target finansial Anda berikutnya. Anda akan dapat memulai bisnis
baru. Dan kini, situasinya sama sekali berbeda. Anda tidak lagi tertekan
karena mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih besar. Anda tidak terlalu
khawatir lagi soal harga.

Maka perhatikanlah, dengan agresifitas itu, Anda kini telah berubah menjadi
seorang pejuang. Pejuang finansial.

Bisakah Anda menarik pelajarannya? Anda bisa menjadi pejuang untuk apapun
yang bisa terpikirkan. Anda bisa menjadi pejuang finansial. Anda bisa
menjadi pejuang sosial. Anda bisa menjadi pejuang kerakyatan. Anda bisa
menjadi pejuang moralitas. Anda bisa menjadi pejuang kemanusiaan. Anda bisa
menjadi pejuang kemerdekaan. Anda bisa menjadi pejuang kehormatan. Anda bisa
menjadi pejuang kemuliaan. Atau paling tidak, Anda bisa menjadi pejuang
menghadapi kegagalan!

Apa yang terpenting untuk menghadapi berbagai ketakutan, adalah menerima dan
memahami berbagai ketakutan yang ada di dalam diri Anda sendiri.

*BERANI ADALAH HASIL DARI LATIHAN BERANI*

Mulailah melangkah dengan keyakinan. Cobalah sesuatu yang baru atau berbeda.
Keluarlah dari zona aman, tanpa jaminan kesuksesan. Mulailah dari yang
kecil, mulailah dengan yang sederhana.

Masa depan ada di tangan setiap pejuang. Dan mereka, bukanlah orang yang
sekedar mencari aman. Masukkanlah diri Anda ke dalam barisannya. Sebab
semakin Anda cari, apa yang Anda sebut keamanan akan semakin menjauhi.
Semakin doyan Anda dengan peluang, maka keamanan Anda akan datang. Ingatlah
apa kata Jennie S. Bev, jadilah warrior, bukan worrier.

Tentunya, persiapkanlah perjuangan Anda dengan matang. Sebab, Anda ingin
jadi pejuang bukan martir.

Tetapkanlah sasaran dan tujuan, kemudian kumpulkanlah informasi. Bacalah
situasi. Risetlah segala kondisi. Buatlah rencana tindakan dengan rinci,
lalu ambillah langkah pertama Anda. Percayalah, Anda bisa.

Keberanian Anda yang berikutnya, adalah keberanian untuk bertahan, untuk
persisten, dan untuk tetap di situ setelah Anda memulainya. Sekali lagi,
bekalnya hanya ini:

- Sabar jika belum sukses;
- Syukur jika sudah sukses.

Teruslah demikian, di sepanjang pendakian Anda. Itulah diri Anda yang
pejuang.

Saat berbagai ketakutan mulai mendera Anda lagi. Alihkan mata, pikiran, dan
hati, hanya ke target Anda. Belajarlah berimajinasi.

Di tengah jalan, Anda harus mulai belajar tentang bagaimana menghentikan
rasa khawatir. Ketahuilah, rasa itu muncul karena sebuah fenomena yang
disebut dengan "negative goal setting". Setelah Anda menentukan cita-cita
dan target Anda, Anda malah sibuk memikirkan berbagai hal, yang Anda tidak
ingin itu terjadi. Apapun yang Anda khawatirkan, belum tentu terjadi. Akan
tetapi, "negative goal setting" akan merusak kesehatan dan emosi Anda, sama
parahnya seperti itu telah terjadi.

Kepala Anda cukup sulit untuk diisi dengan dua hal sekaligus. Jika Anda
sibuk memikirkan apa yang positif, maka kepala Anda tak akan sempat terisi
oleh yang negatif. Dengan bertahan di sisi positif, tanpa Anda sadari, apa
yang Anda khawatirkan telah selesai sendiri.

Segala sesuatu lebih berat di kepala daripada di pundak. Belajarlah
memperlebar jarak antara ketakutan dan diri Anda sendiri. Hanya dengan
begitu, Anda bisa menghadapi takut dengan berani. Dan dengan berani, Anda
bisa mengejar cita-cita yang lebih tinggi.

*KESIMPULAN*

Sepertinya akan menjadi terlalu berani, jika kita simpulkan semua ini
sekarang juga. Mendingan, mari kita jalani saja.

*Ikhwan Sopa*
Trainer E.D.A.N.
021-70096855
http://milis- bicara.blogspot. com

sebuah renungan

Dan apa bila segala hal seperti menentang Anda, seperti menghalangi Anda, seperti memberatkan diri Anda, seperti membebani Anda, ingatlah bahwa Anda telah diberikan kekuatan yang sangat luar biasa oleh Allah, di mana saat ini semua tinggal terserah Anda mau memanfaatkannya atau tidak. Jika mau maka kekuatan yang Anda miliki insya Allah cukup.